RSS

Tektonik Asia Tenggara

07 Apr

Hanya ingin share sedikit info yang saya dapat dari internet ataupun buku lainnya.

Image

Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempeng geologi, dengan aktivitas kegempaan (seismik) dan gunung berapi (vulkanik) yang tinggi. Asia Tenggara sangatlah dinamik karena di sana bertemu dua lempeng benua besar yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, ditambah dengan lempeng Filipina yang lebih kecil. Tiga pulau besar di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan baru terpisah dari benua Asia sekitar 10 ribu tahun yang lalu akibat naiknya muka air laut karena usainya zaman es terakhir. Pulau Papua secara geologi termasuk dalam benua Australia, yang juga terpisah karena peristiwa yang sama. Kedua lempeng besar itu bertemu pada busur cekungan yang memanjang ke selatan dari Teluk Banggala di barat Myanmar dan Thailand, terus menuju sisi barat Sumatera, lalu membelok ke timur membentuk Palung Jawa yang memanjang di selatan Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Akibatnya gempa bumi sering terjadi di daerah-daerah sekitarnya, seperti gempa bumi Samudera Hindia 2004. Desakan lempeng Indo-Australia mengangkat permukaan pulau-pulau yang ada di dekatnya, sehingga terbentuklah deretan gunung berapi aktif. Pulau Jawa adalah pulau dengan cacah gunung berapi terbanyak di dunia. Di sebelah timur Filipina terdapat pula Palung Mindanao dan Palung Mariana yang merupakan pertemuan antara lempeng Filipinda dan lempeng Pasifik.

Ada beberapa konsep sejarah tektonik Asia Tenggara yang diungkapkan oleh beberapa ahli, salah satu diantaranya yaitu menurut Katili (1973) yang mengatakan bahwa ada dua peristiwa tektonik Asia Tenggara yang penting, yaitu tektonik sebelum dan sesudah lempeng India menabrak Asia.

Paleozoikum-Mesozoikum:

  • Di Sumatra pada saat itu ada 2 subduksi, masing-masing di bagian barat dan timur. Diantara kedua jalur subduksi terdapat sebuah benua kecil yang diperkirakan adalah pecahan dari Gondwana
  • Peristiwa ini menyebabkan tanah Sunda menjadi bertambah luas

Kapur:

  • Tektonik tarikan di Gondwana semakin intensif menyebabkan jalur subduksi barat semakin ke arah barat (ke arah Samudera Hindia) dan yang timur semakin ke arah timur (ke arah Laut Cina Selatan). Daratan Sunda semakin luas.

Eosen:

  • Mikroplate Sunda mengalami rotasi ke kanan (searah gerak jarum jam) sehingga sebagian besar Laut Cina Selatan semakin tertutup (Dally, 1986).
  • Penunjaman di bagian timur berakhir dan secara bersamaan terbentuk Teluk Thailand (White dan Wing, 1978).

Eosen Awal (50 juta):

  • Lempeng India (kontinen) sudah mendekati Eurasia dengan kecepatan 18 cm/th-20 cm/th, namun pada saat itu belum terjadi rotasi.

Eosen Tengah (45 juta)-Eosen Akhir (40 juta):

  • Lempeng India sudah menumbuk Eurasia, mulai terbentuk Pegunungan Himalaya dan sesar-sesar mendatar di Asia Tenggara. Pada saat bersamaan posisi jalur subduksi bergeser ke arah samudera.

Oligosen Awal (30 juta):

  • Kecepatan gerak lempeng menurun menjadi 3 cm/th-4 cm/th mengakibatkan terjadinya penurunan muka air laut (Pitman, 1978; Vail et al, 1977) dan Cekungan Muka Busur semakin melebar (Dally, 1987) sehingga Laut Cina melebar seiring dengan adanya rotasi searah jarum jam (Daly, 1986).

Oligosen Akhir:

  • Kecepatan gerak lempeng meningkat lagi menjadi 6 cm/th-7 cm/th (Uyeda, 1978; Kanamori, 1978; Kariq, 1979). Akibatnya terjadi sistem tegasan ekstensional dan kompresional. Uplift Bukit Barisan terjadi akibat tektonik kompresional yang disertai pula oleh adanya desakan aktifitas vulkanisma secara besar-besaran.Image

Dari gambar di atas dapat dilihat titik-titik terjadinya gempa di dunia. Dan titik-titik tersebut terletak di perbatasan lempeng yang satu dengan yang lainnya. Gempa yang terjadi diakibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah terbanyak yang dilewati oleh titik-titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. Di sebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Maka dari itu, Indonesia memiliki titik gempa yang hampir tersebar di seluruh nusantara. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu di bagian timur bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus yaitu lempeng Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Oleh karena itu, proses tektonik di Asia Tenggara itu begitu rumit.

Mohon maaf jika di dalam tulisan saya ini ada kesalahan, kritik dan saran ditampung

 
Leave a comment

Posted by on April 7, 2012 in ini ilmu bumi loh

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: